Jenis – Jenis Kulit

Share

Kulit hewan merupakan salah satu bahan yang sejak dahulu dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai macam hal. Pada awalnya dipakai untuk melindungi tubuh dari terpaan cuaca dan hal lain yang berpotensi melukai tubuh. Seiring berjalannya waktu kulit hewan dimanfaatkan untuk berbagai macam hal diantaranya tas, sepatu, jacket, atau apapun yang mungkin bisa dibuat menggunakan kulit.

Kulit yang banyak digunakan dewasa ini adalah kulit sapi karena ketersediannya yang cukup banyak dan dapat diolah dengan berbagai metode pengolahan. Metode pengolahan kulit inilah yang menyebabkan perbedaan dari karakteristik atau jenis kulit tersebut.

Secara umum ada dua macam proses penyamakan atau tanning yaitu:

1. Krom Tanning

Metode penyamakan kulit ini banyak menggunakan bahan kimia terutama krom (chromium sulfat). Dalam pembuatannya, kulit melalui proses liming (membuang bulu pada kulit dan kemudian pikel yang meninggalkan garam sebelum digantikan dengan chromium sulfat. Kemudian kulit akan terlihat berwarna biru muda yang biasa disebut Wet Blue. Setelah menjadi wet blue kulit akan lebih mudah diwarnai sesuai dengan keinginan. Warna gelap, cerah bahkan warna-warna pastel pun dapat diaplikasikan pada kulit ini. Kulit ini memiliki karakteristik permukaan yang halus dengan pori-pori yang nyaris tidak terlihat dan lentur. Ketebalan kulit dapat disesuaikan dengan keinginan.

2. Vegetable Tanning

Metode pemrosesan kulit ini masih tergolong tradisional dengan menggunakan bermacam bahan alami seperti rendaman kayu, buah, daun ataubahan alami lainnya sehingga kulitnya disebut Nabati. Dari hasil penyamakan ini dihasilkan kulit dengan warna alami krem kecoklatan. Karakter kulit ini terlihat alami dengan tekstur kerutan dan pori-pori yang masih terlihat. Warna yang diaplikasikan pada kulit ini akan terlihat klasik dan alami sehingga keaslian dan keunikan kulit ini lebih terlihat.

Kulit dari hasil penyamakan tersebut selanjutnya diwarnai sesuai dengan keinginan. namun sebelum itu kulit diberi perlakuan khusus yang memberikan efek berbeda-beda lagi tergantung perlakuan yang diberikan.

Perlakuan berbeda-beda yang diberikan kepada kulit akan menghasilkan beberapa jenis kulit sebagai berikut:

1. Kulit Pull-Up

Kulit ini adalah jenis kulit yang diberi minyak dan wax dan ditarik sehingga menghasilkan warna yang berbeda di beberapa bagian atau dikenal dengan two tone color. Kulit ini rentan meninggalkan bekas jika tergores namun bisa dihilangkan dengan digosok dengan tangan atau mengguakan bahan pelembab kulit. Semakin lama dipakai kulit ini akan semakin matang, mengkilap dan akan menghasilkan patina.

2. Kulit Suede

Kulit suede merupakan kulit yang berasal dari bagain dalam permukaan kulit yang ditampakkan keluar sedangkan bagian luarnya dibalik ke dalam. Teksturnya lembut dan sedikit berserabut.

3. Kulit Nubuck

Kulit nubuck dihasilkan dari proses buffing (amplas) permukaan kulit sehingga menghasilkan tekstur unik seperti suede. Seringkali sulit dibedakan antara suede dan nubuck jika tidak melihat bagain dalam dari kulit tersebut. Saat dipakai baik kulit nubuck ataupun suede tidak akan semakin mengkilap namun akan terlihat belel dan klasik.